Kamis, 19 November 2020

Penjelasan Hadist

 Pengertia Hadist


        Secara bahasa (terminologi) ialah :

            1. jadid (sesuatu yang baru) lawan dari kata al-qadim, sesuatu yang lama

            2. qarib "dekat", yaitu tidak lama lagi akan terjadi.

            3. khabar "erita" yaitu sesuatu yang diberitakan, diperbincangkan, dan dipidahkan dari

                seseorang kepada orang lain.


Pengertian Sunnah


           *Secara bahasa jalan (yang dilalui) baik yang terpuji atau yang tercela ataupun jalanyanglurus atau tuntutan yang tetap (konsisten).

            *Bila kata sunah disebutkan dalam masalah yang berhubungan dengan hukum syara', maka yang dimaksudkan adalah segala sesuatu yang diperintahkan, dilarang, atau dianjurkan oleh Rasulullah SAW, baik berupa perkataan atau perbuatannnya, apabila dalam dalil hukum syara' disebutkan al-kitab dan as-sunnah, maka yang dimaksudkan adlah Al-Qur'an dan Al-Hadist.


Perbedaan Sunnah dengan Hadist


            *Muhammad Zuhri membedakan Hadist dengan Sunnah, seperti air dalam gelas. gelas adalah hadist, sementara Sunnah adalah air.

            *Jadi Hadist adalah pemberitaan, sementara Sunnah adalah isi dari pemberitaan tersebut. Tentu isinya berupa perintah atau tradisi yang disandarkan kepada Nabi.


Bentuk-Bentuk Hadist


               Dilihat dari sumbernya terdapat 5 bentuk hadist :

                    1. Hadist Qouli(bersumber dari perkataan)

                    2. Hadist Fi'li(bersumberdari perbuatan)

                    3. Hadist Taqriri(bersumber dari ketetapan)

                    4. Hadist Hammi(bersumberdari hasrat)

                    5. Hadist Ahwali(bersumber dari ikhwal atau tampilan)


Unsur-Unsur Hadist


                 Unsur-unsur hadist antara lain :

                        1. Sanad,secara bahasa artinya sandaran. Secara istilah silsislah orang - orang yang meriwayatkan hadist.

                        2. Matan,secara bhasa artinya tanah yang meninggi. Secara istilah adalah lafadz-lafadz hadist yang memiliki makna tertentu.

                        3. Rawi, orang-orang yang meriwayatkan hadist.


Sejarah Pengumpulan Hadist

    Periodesasi kodifikasi hadist

1. Periode Awal (zaman nabi)

2. Periode Kedua (zaman khulafau rasyidin)

3. Periode Ketiga (zaman sahabat kecil - tabi'in besar)


        Periode Awal (zaman rasulullah)

* Nabi memerintahkan sampaikan lah walau hanya satu ayat.

* Penyebaran hadist dari mulut ke mulut.

* Larangan penulisan hadist agar tidak tertukar dengan Al-Qur'an.

* Peranan istri-istri nabi, khusunya mengenai hadist-hadist yang berhubungan dengan keluarga.


        Periode Kedua (khulafaur rasyidin)

* Abu bakar menerapkan pembatasan periwayatan hadist.

* Zaman usman terjadi peningkatan periwayatan hadist.

* Di zaman usman terjadi periwayat bil ma'na (periwayatandengan maknanya saja).

* Zaman ali koflik dan fitnah internal ummat islam, akhirnya mulaimuncul benih-benih hadist palsu.


        Periode ketiga

* Masih terjadi konflik ideologi dan teologi antara sunni dan syi'ah, sehingga masih memungkinkan pemalsuan hadist.

* Beberapa tokoh sahabat kecil :

    1. Abu hurairah meriwayatkan 5374 atau 5364 hadist

    2. Abdulllah bin umar meriwayatkan 2630 hadist

    3. Anas bin malik meriwayatkan 2276 atau 2236 hadist

    4. 'Aisyah (isteri nabi) meriwayatkan 2210 hadist

    5. Abdullah ibn abbas meriwayatkan 1660 hadist

    6. Jabir ibn abdillah meriwayatkan 1540 hadist

    7. Abu sa'id al-khudry meriwayatkan 1170 hadist


Kesehatan Lambung

   Terkadang saya keseringan begadang dalam mengerjakan tugas kuliah ataupun pekerjaan saya. Bahkan mungkin karena sangkin seringnya saya be...